Polaroid

Home | Back
Hadits Al 'Ajn


Al Ustadz Abu Muawiah
HADITS AL-'AJN
(Mengepalkan Kedua Tangan Ketika Akan Berdiri Dalam Sholat)

Sepanjang pemeriksaan kami, ada dua hadits yang menyebutkan tentang hal ini :
1. Hadits Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma :
"Sesungguhnya Rasulullah - shallallahu alaihi wasallam- jika beliau (hendak) berdiri dalam sholatnya, beliau meletakkan kedua tangannya di atas bumi sebagaimana yang dilakukan oleh al-'ajin (orang yang melakukan 'ajn/membuat adonan)".
Hadits ini disebutkan oleh Al- Hafizh Ibnu Hajar dalam Talkhish Al-Habir (1 /466 ) dan An-Nawawy dalam Al-Majmu' (3 /421).
Ibnu Ash-Sholah berkata dalam komentar beliau terhadap Al- Wasith -sebagaimana dalam At- Talkhis-, "Hadits ini tidak shohih dan tidak dikenal serta tidak boleh berhujjah dengannya".
An-Nawawi berkata, "(Ini) hadits lemah atau batil, tidak ada asalnya".
2. Al-Azroq bin Qois rahimahullah berkata:
"Saya melihat 'Abdullah bin 'Umar dalam keadaan melakukan 'ajn dalam sholat, i'timad (bertumpu) di atas kedua tangannya bila beliau berdiri. Maka saya bertanya : "Apa ini wahai Abu 'Abdirrahman?", beliau berkata, "Saya melihat Rasulullah melakukan 'ajn dalam sholat, yaitu beri'timad".
Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Awsath (4 /213 /4007 ) dan Abu Ishaq Al-Harbi dalam Ghoribul Hadits (5 /98 /1 ) sebagaimana dalam Adh-Dho'ifah no. 967 dari jalan Yunus bin Bukair dari Al-Haitsam dari 'Athiyah bin Qois dari Al-Azroq bin Qois.
Al-Haitsam di sini adalah Al- Haitsam bin 'Imran Ad-Dimasyqy, meriwayatkan darinya 5 orang dan tidak ada yang mentsiqohkannya kecuali Ibnu Hibban sebagaimana bisa dilihat dalam Ats-Tsiqot (2 /296 ) dan Al- Jarh wat Ta'dil (4 /2 /82-83). Para ulama berbeda pendapat tentang kedudukan rowi yang seperti ini sifatnya dan yang benar di sisi kami -wal 'ilmu 'indallah- bahwa rowi yang seperti ini dihukumi sebagai rowi yang majhul hal (tidak diketahui keadaannya) yang membuat haditsnya tidak bisa diterima.
Hadits ini juga bisa dihukumi sebagai hadits yang mungkar dari dua sisi :
1. Al-Haitsam ini menyelisihi Hammad bin Salamah -yang beliau ini lebih kuat hafalannya- dan juga 'Abdullah bin 'Umar Al- 'Umary, yang keduanya meriwayatkan dari Al-Azroq bin Qois dengan lafazh, "bahwa beliau bertumpu di atas bumi kedua tangan beliau," tanpa ada tambahan yang menunjukkan bahwa beliau mengepalkan kedua tangannya.
2. Hadits ini berisi tentang tuntunan sholat Nabi Shollallahu 'alaihi wa 'ala alihi wasallam yang setiap hari disaksikan oleh para shahabat dan sekaligus hadits ini merupakan 'umdah (pokok satu- satunya) dalam masalah ini. Maka bisa dikatakan : Kenapa hadits ini bersamaan dengan sangat dibutuhkannya, perkaranya disaksikan setiap hari dan merupakan umdah (dalil pokok) dalam masalah ini, hanya diriwayatkan dari jalan Al- Haitsam dari Al-Azroq dari Ibnu 'Umar?!. Mana murid-murid senior Ibnu 'Umar, seperti : Salim (anak beliau), Nafi' dan lain-lainnya, kenapa mereka tidak meriwayatkan hadits ini dari Ibnu 'Umar?!
Dan termasuk perkara yang semakin menguatkan lemah hadits ini, yaitu bahwa para pengarang kitab hadits terkenal seperti ashhab kutubut tis'ah dan yang lainnya berpaling dari (baca : tidak) meriwayatkan hadits ini, padahal hadits ini sangat dibutuhkan dan isinya adalah suatu perkara yang disaksikan setiap hari. Tapi yang meriwayatkannya hanya Imam Abu Ishaq Al-Harbi dalam Gharibul Hadits (kitab yang mengumpulkan hadits-hadits gharib) dan Ath-Thabrani yang mana sudah diketahui bahwa dalam ketika kitab Mu'jam beliau (Al-Kabir, Al-Awsath dan Ash- Shaghir), beliau hanya mengumpulkan semua riwayat yang beliau ketahui tanpa memilah mana yang shohih dan mana yang lemah.
Wa fauqo kulli dzi 'ilmin 'alim.

http://al-atsariyyah.com/?p=735#more-735
Diposkan pada 30 April 2009