Teya Salat

Home||Back

Dan Adam Dahulu Berada di Surga Yang Kekal dan Sudah Diciptakan. Kemudian Dia Dikeluarkan Darinya Setelah Dia Bermaksiat Kepada Allah Azza wajalla
Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta'ala:
وآدم عليه السلام كان في الجنة الباقية المخلوقة فأخرج منها بعدما عصى الله عز وجل
Dan Adam 'Alaihis salam dahulu berada di Surga yang kekal dan sudah diciptakan. Kemudian dia dikeluarkan darinya setelah dia bermaksiat kepada Allah Azza wajalla.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Untuk sebuah hikmah yang Allah Ta'ala kehendaki, Allah Ta'ala menciptakan Adam 'Alaihis salam di dalam Surga, dan Dia berfirman,
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى. فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى. إِنَّ لَكَ أَلا تَجُوعَ فِيهَا وَلا تَعْرَى. وَأَنَّكَ لا تَظْمَأُ فِيهَا وَلا تَضْحَى
Maka kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". (Thaahaa: 116-119)
Allah Subhanahu wata'ala membolehkan baginya seluruh buah pepohonan Surga dan melarangnya dari satu pohon untuk menjelaskan kepadanya dan kepada keturunannya akan permusuhan yang dilancarkan oleh Iblis La'natullah 'alaih dan bahwasanya maksiat menyebabkan diharamkannya Surga serta masuk ke dalam Neraka -Wa'iyyadzubillah (Semoga Allah melindungi kita darinya)-.
Adam pun tinggal beberapa lama tidak mendekati pohon tesebut, akan tetapi musuhnya yang telah diusir dari dalam Surga disebabkan dia, tidak membiarkannya begitu saja. Iblis La'natullah 'alaih terus membisikkan kepadanya, "bahwasanya Allah Ta'ala tidaklah melarang kamu dari pohon ini melainkan karena siapapun yang makan buahnya akan kekal dan tidak akan pernah mati!"
Bisikan itupun mengena padanya (Adam 'Alaihis salam) sehingga membekas di hatinya karena hikmah yang dikehendaki oleh Allah Subahanhu wata'ala. Lalu Adam 'Alaihis salam memakan buah pohon tersebut. Tatkala ia makan buah pohon tersebut terbukalah auratnya, maka dia pun lari (bersembunyi) di dalam Surga. Dan ia tahu bahwasanya ia telah berbuat salah dan bermaksiat. lalu Allah Subhanahu wata'ala memanggilnya dan menerima taubatnya kemudian mengeluarkannya dari Surga menuju bumi untuk menyusul musuh bebuyutannya. Juga agar sempurna peperangan antara al haq (kebenaran) dan al bathil (kebatilan) di muka bumi sampai tegaknya hari Kiamat.
Para rasul (utusan) Allah 'Alaihimus sholatu wassalam dan pengikutnya menjalankan kebaikan, menyeru kepadanya, dan mengamalkannya. Sedangkan Iblis La'natullah 'alaih dan bala tentaranya menjalankan kebatilan, menyeru kepadanya, dan mengamalkannya. Orang yang terjaga adalah orang yang dijaga oleh Allah Ta'ala dan orang yang hina adalah orang yang dihinakan dan disesatkan oleh Allah Ta'ala.
Ya Allah! Lindungilah kami dari makar dan tipu daya Syaithan yang terlaknat dan celupkanlah hati kami dengan celupan keimanan serta lindungilah kami dari kegelapan fitnah. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Dekat.
Pertempuran terus berlanjut Allah pun mengutus para rasul setelah Iblis dan keturunannya menyesatkan anak keturunan Adam 'Alaihis salam dan menyeret mereka ke dalam perbuatan syirik, kekafiran, dana kemaksiatan. Allah Ta'ala mengutus para rasul-Nya sejak yang pertama Nuh 'Alaihis salam sampai yang terahir Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam. Dan Allah Ta'ala menurunkan kitab-kitab untuk memberikan petunjuk kepada manusia. Oleh karena itu, marilah -wahai hamba-hamba Allah!- menuju cahaya yang terang, kebenaran yang nyata, dan syari'at yang sempurna, yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wata'ala kepada penutup para rasul yang tercermin dalam kitab-Nya Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu'alaihi wasallam yang mewakili penjelasan al haq dan memperjelas hal-hal yang mujmal (global) dan keumuman-keumuman yang terdapat dalam Al Quran.
Wajib atas kalian untuk mengikuti jalan dan petunjuk ulama salaf! Ikutlah keduanya (Al Quran dan As Sunnah) jika kamu menginginkan keselamatan. Sebab Nabi Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda tentang Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat),
اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً. وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهُمْ فِي الناَّرِ إِلاَّ وَاحِدَةً. قَالُوا: وَمَنْ هِيَ، ياَ رَسُوْلَ اللهِ؟ قاَلَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ الْْيَوْمَ وَأَصْحاَبِي
"Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya berada di neraka kecuali satu (golongan)." Mereka bertanya: "Siapa mereka, Ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Mereka berada pada apa yang aku dan sahabatku berada pada hari ini." [HR Tirmidzi dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab Shahih Al-Jami' no. 5218]
Wabillahit taufiq.
[Dari Kitab Irsyaadus Saari ila Taudhihi Syarhis Sunnah lil Imam Al Barbahari, Edisi Indonesia Penjelasan Syarhus Sunnah Imam Al Barbahari Meniti Sunnah di Tengah Badai Fitnah oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi, Penerbit Maktabah Al Ghuroba, hal 166-168]
http://sunniy.wordpress.com/2008/10/24/dan-adam-dahulu-berada-di-surga-yang-kekal-dan-sudah-diciptakan-kemudian-dia-dikeluarkan-darinya-setelah-dia-bermaksiat-kepada-allah-azza-wajalla/
Diposkan pada 3 Juli 2009

Iklan dari Host :