Teya Salat

Home||Back

Dan Beriman Dengan Al Haudh (Telaga) Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam

Berkata Al Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta'ala:
والإيمان بحوض رسول الله صلى الله عليه وسلم ولكل نبي حوض إلا صالح عليه السلام فإن حوضه ضرع ناقته
Dan beriman dengan Al Haudh (telaga) Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Dan setiap nabi Alaihimus salam memiliki telaga kecuali nabi Shalih Alaihis salam, telaga beliau Alaihis salam adalah ambing susu untanya.
Syaikh Allamah Ahmad bin Yahya An Najmi
Haudh (telaga) nabi Shallallahu'alaihi wasallam adalah telaga yang sangat besar seperti jarak antara Ailah dan Shan'a, gayung-gayungnya sebanyak bintang di langit dan telaga tersebut akan didatangi oleh umat beliau Shallallahu'alaihi wasallam [1].
Telah datang dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu'anhu, "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mendatangi pekuburan seraya mengatakan,
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ
Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (Barzakh) dari orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami -insya Allah- akan menyusul kalian. Aku sangat ingin kita dapat melihat saudara-saudara kita. Para Shahabat Radhiallahu'anhum bertanya, "Bukankah kami saudara-saudara engkau, yaa Rasulullah?" Beliau Shallallahu'alaihi wasallam menjawab, "Kalian adalah para shahabatku dan saudara- saudaraku yang akan datang setelahku." Mereka bertanya, "Bagaimana engkau bisa mengenali orang-orang yang datang setelah engkau wahai Rasulullah?" Beliau Shallallahu'alaihi wasallam menjawab, "Bagaimana pendapatmu kalau seandainya ada seorang laki-laki yang memiliki kuda yang bersinar dahinya di antara kerumunan kuda hitam, bukankah dia akan mengenalinya?" Mereka menjawab, "Tentu wahai Rasulullah!" Beliau Shallallahu'alaihi wasallam berkata, "Sesungguhnya mereka akan datang dalam keadaan bersinar anggota badannya bekas air wudhu, dan aku mendahului kalian di telagaku. ketahuilah! Sungguh akan ada beberapa laki-laki yang akan dihalau (dihalangi dan diusir) dari mendatangi telagaku sebagaimana dihalaunya unta yang tersesat, aku panggil mereka, "kemarilah...!" Maka ada yang mengatakan, "Sesungguhnya mereka telah menganti agama setelahmu" Maka aku katakan, "Menjauhlah, menjauhlah...!" (Muttafaqun Alaih)
Apakah setiap nabi Alaihimus salam memiliki telaga? Permasalahan ini perlu pembahasan lebih lanjut, perlu diteliti, dan membutuhkan dalil untuk menetapkannya [2].
Perkataan Imam Al Barbahari Rahimahullahu Ta'ala,
إلا صالح عليه السلام فإن حوضه ضرع ناقته
"... kecuali nabi Shalih Alaihis salam, telaga beliau Alaihis salam adalah ambing susu untanya."
Berkata Muhaqiq (Yakni Syaikh Al Qahthani), "Aku belum mendapatkan dalil tentang hal ini, aku sangat mengharapkan dari para pembaca sekalian apabila mendapatkan pembahasan seputar hal ini maka hendaknya menunjukkannya kepadaku, sebab ilmu adalah rahmat di antara ahlinya."
Aku (Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi) katakan, "Aku tidak mengetahui hal ini sedikitpun, yakni tentang penisbatan bahwa telaga nabi Shalih Alaihis salam adalah ambing susu untanya." Wallahu a'lam [3]
Adapun telaga Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah tetap kebenarannya dengan dalil-dalil yang mutawatir, telah datang khabar dari hadits Anas ibnu Malik Radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Sungguh akan ada beberapa orang dari shahabatku yang akan mendatangiku di telagaku, hingga tatkala aku melihat mereka dan diperlihatkan kepadaku mereka dihalangi dariku, sehingga sungguh akan aku katakan, "Yaa Rabbi, shahabatku, shahabatku..." Dan sungguh akan dikatakan kepadaku, "Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang telah mereka ada-adakan sepeninggalmu." (Muttafaqun Alaih)
Dan dalam riwayat yang lain: Sehingga dikatakan, "Sesungguhnya mereka telah mengganti agama setelahmu" Maka aku katakan, "Menjauhlah, menjauhlah...!"
[Dari Kitab Irsyaadus Saari ila Taudhihi Syarhis Sunnah lil Imam Al Barbahari, Edisi Indonesia Penjelasan Syarhus Sunnah Imam Al Barbahari Meniti Sunnah di Tengah Badai Fitnah oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi, Penerbit Maktabah Al Ghuroba, hal 143-147 ]
Footnote:
[1] Hadits-hadits mengenai telaga ini mencapai derajat mutawatir, diriwayatkan oleh lebih dari tiga puluh sahabat. Lihat "Al-Hidayah wan Nihayah" Ibnu Katsir, As- Sunnah, Ibnu Abu Syaibah, dan Ma'arij Al-Qabul, Al-Hakamiy. Dari Anas bin Malik yang berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Periuk di telagaku besarnya antara Ailah hingga Shan'a di Yaman. Di siana terdapat tempat air sebanyak jumlah bintang-bintang di langit", Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim
[2 ] Berkata Syaikh Muhammad bin Utsaimin dalam Majmu'ah Al Fatawa war Rasail (8 /517) juga dalam Syarah Aqidah Al Wasithiyyah ketika menjelaskan perkataan penulis, "Dan di 'Arashatil Yaumul Qiyamah terdapat telaga yang didatangi milik Muhammad, airnya lebih putih daripada susu... dst" Beliau Rahimahullahu Ta'ala berkata,
"Kesepuluh: Apakah nabi-nabi yang lain juga memiliki telaga? Maka jawabnya adalah Ya (memiliki telaga), sebab telah datang khabar dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi meskipun diperbincangkan (keshahihannya),
"Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga......" (Hadits ini dishahihkan oleh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1589).
Akan tetapi hadits ini dikuatkan oleh makna, yakni bahwasanya Allah dengan hikmah dan keadilan-Nya, sebagaimana Dia menjadikan bagi nabi Shallallahu'alaihi wasallam telaga yang didatangi oleh orang-orang yang beriman dari umatnya maka demikian juga Allah menjadikan bagi setiap nabi terdahulu Alaihimus salam telaga sehingga orang-orang yang beriman dengan para nabi terdahulu mengambil manfaat darinya. Akan tetapi telaga yang paling besar adalah telaga nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam.
[3] Muhaqiq kitab yang mubarak ini, yakni Syaikh Abu Yasir Khalid bin Qasim Ar Radadi (cet. Maktabah Al Ghuraba' Al Atsariyyah) menyebutkan ketika mengomentari perkataan Imam Al Barbahari Rahimahullah,
إلا صالح عليه السلام فإن حوضه ضرع ناقته
"... kecuali nabi Shalih Alaihis salam, telaga beliau Alaihis salam adalah ambing susu untanya."
Bahwasanya khabar ini datang pada hadits maudhu' (hadits palsu). Wallahu a'lam.
http://sunniy.wordpress.com/2008/08/30/dan-beriman-dengan-al-haudh-telaga-rasulullah-shallallahualaihi-wasallam/
Diposkan pada 16 Juni 2009
Iklan dari Host: